Yogyakarta, 24 Januari 2026 — Pameran Pangastho Aji resmi ditutup hari ini setelah berlangsung dengan sukses dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Sejak dibuka, pameran ini telah dikunjungi lebih dari 206.000 pengunjung, mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap ruang-ruang budaya yang menghadirkan nilai tradisi, seni, dan kearifan lokal sebagai bagian dari kehidupan masa kini.

Mengusung tajuk Pangastho Aji, pameran ini mengangkat makna filosofis dan mendalami lokus kehidupan yang berakar dari Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Pangastho Aji berakar dari kata pengastha-astha yang berarti penguasa kedelapan, sementara aji bermakna ratu atau tunggal. Secara utuh, Pangastho Aji menghadirkan tafsir perjalanan Sri Sultan HB VIII pada awal abad ke-20.

Tema ini menjadi refleksi penting di tengah dinamika zaman, bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai hidup yang terus relevan.

Dalam konteks pariwisata, pameran ini turut memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi budaya unggulan. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara menunjukkan bahwa pariwisata berbasis budaya memiliki daya tarik kuat dan berkelanjutan.

Pada penutupan pameran, GKR Bendara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat serta kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan nyata terhadap penyelenggaraan pameran ini.

“Pameran Pangastho Aji menjadi bukti bahwa budaya memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Angka kunjungan yang mencapai 206 ribu pengunjung menunjukkan bahwa ruang-ruang budaya masih sangat relevan dan dibutuhkan,” tutur GKR Bendara.

Dengan berakhirnya pameran Pangastho Aji, semangat untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya diharapkan terus tumbuh. Melalui pameran ini, budaya tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dihidupi dan dialami, menjadi pengalaman wisata yang bermakna dan berkesan.

By Published On: Sabtu, 24 Januari 2026Views: 17

Share This Story, Choose Your Platform!