Klaten, 12 Januari 2026 – Pernahkah Anda membayangkan sebuah tempat di mana harmoni agama dan romansa sejarah menyatu dalam hembusan angin sawah yang sejuk? Jika belum, maka Anda harus mengarahkan panduan perjalanan Anda ke arah timur laut Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Di sana, Desa Wisata Bugisan berdiri sebagai saksi bisu keajaiban arsitektur dan kearifan lokal yang tak lekang oleh waktu.

Gerbang Menuju Kemegahan Candi Plaosan

Begitu Anda memasuki kawasan Desa Wisata Bugisan, mata Anda akan langsung tertuju pada siluet megah Candi Plaosan. Masyarakat sering menjuluki candi ini sebagai “Candi Kembar”. Namun, lebih dari sekadar tumpukan batu andesit, Candi Plaosan membawa narasi cinta yang mendalam. Candi ini merupakan persembahan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu untuk istrinya, Pramodawardhani dari Dinasti Syailendra yang beragama Buddha.

Di Desa Wisata Bugisan, Anda tidak hanya melihat relief yang detail, tetapi juga merasakan atmosfer toleransi yang sudah mendarah daging sejak abad ke-9. Sinar matahari pagi yang menerobos celah-celah candi menciptakan gradasi warna emas yang memukau, menjadikannya spot favorit bagi para fotografer profesional maupun pemburu konten media sosial.

Desa Wisata Bugisan; Kunjungan Wamenpar Ni Luh Puspa

Desa Wisata Bugisan; Kunjungan Wamenpar Ni Luh Puspa

Aktivitas Seru: Lebih dari Sekadar Berfoto

Desa Wisata Bugisan menawarkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada sekadar kunjungan wisata biasa. Pengelola desa telah merancang berbagai aktivitas yang melibatkan wisatawan secara aktif. Anda bisa mencoba Paket Wisata Gerobak Sapi, di mana Anda duduk santai di atas gerobak kayu tradisional sambil berkeliling desa menembus hamparan sawah yang hijau royo-royo.

Bagi pecinta kuliner, Desa Wisata Bugisan menyuguhkan cita rasa autentik. Anda wajib mencicipi kudapan lokal yang diolah langsung oleh tangan ibu-ibu warga desa. Suasana pedesaan yang tenang, suara gesekan daun padi, dan senyum ramah penduduk setempat akan membuat Anda merasa seperti pulang ke rumah sendiri.

Seni dan Budaya yang Menghidupkan Desa

Kekuatan utama Desa Wisata Bugisan terletak pada pelestarian budayanya. Setiap sudut desa ini menyimpan potensi seni yang luar biasa. Penduduk desa secara rutin menggelar pertunjukan seni tradisional seperti Karawitan dan tari-tarian daerah. Keaktifan warga dalam menjaga warisan leluhur inilah yang membuat Bugisan berhasil meraih prestasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).

Wisatawan juga dapat mengikuti workshop singkat membuat kerajinan tangan atau belajar membatik dengan motif khas lokal. Pengalaman interaktif ini memberikan nilai edukasi bagi anak-anak, menjadikan Desa Wisata Bugisan destinasi keluarga yang sangat direkomendasikan.

Fasilitas dan Kenyamanan Wisatawan

Memahami kebutuhan wisatawan modern, Desa Wisata Bugisan kini dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni. Area parkir yang luas, toilet bersih, hingga akses internet tersedia untuk kenyamanan pengunjung. Jika satu hari terasa kurang, Anda bisa memilih untuk menginap di homestay milik warga. Menginap di homestay memberikan kesempatan langka bagi Anda untuk berinteraksi langsung dengan penduduk, mengikuti aktivitas pagi mereka, dan menikmati sarapan tradisional di teras rumah yang asri.

Harga tiket masuk yang sangat terjangkau menjadikan destinasi ini sebagai pilihan wisata murah namun berkualitas tinggi. Akses jalannya pun sangat mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi online dari pusat kota Klaten atau Yogyakarta.

Desa Wisata Bugisan; Kunjungan Wamenpar Ni Luh Puspa

Desa Wisata Bugisan; Kunjungan Wamenpar Ni Luh Puspa

Mengapa Harus Mengunjungi Desa Wisata Bugisan Sekarang?

Tren wisata saat ini mulai beralih dari sekadar tempat hiburan menuju wisata pengalaman (experiential tourism). Desa Wisata Bugisan menjawab tantangan tersebut dengan sempurna. Keasrian alamnya terjaga, situs sejarahnya terawat, dan keramahtamahan warganya selalu dirindukan.

Menjelang senja, jangan lewatkan momen sunset di balik Candi Plaosan. Ketika langit berubah warna menjadi jingga kemerahan dan lampu-lampu candi mulai menyala, Anda akan merasakan kedamaian yang sulit ditemukan di hiruk-pikuk perkotaan. Momen inilah yang seringkali membuat para pengunjung berjanji untuk kembali lagi ke Desa Wisata Bugisan.

Secara keseluruhan, Desa Wisata Bugisan adalah permata tersembunyi yang kini mulai bersinar terang. Integrasi antara wisata sejarah, budaya, dan alam pedesaan menciptakan harmoni yang indah. Bagi Anda yang mencari ketenangan sekaligus inspirasi, Bugisan adalah jawabannya.

Mari rencanakan perjalanan Anda akhir pekan ini. Jelajahi setiap sudutnya, serap ceritanya, dan biarkan Desa Wisata Bugisan meninggalkan kesan mendalam di hati Anda. Dukung pariwisata lokal dengan berkunjung ke desa wisata, karena setiap langkah Anda di sana turut membantu perekonomian warga desa.

 

 

 

 

By Published On: Senin, 12 Januari 2026Views: 25

Share This Story, Choose Your Platform!