Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X meminta agar pemerintah pusat menerbitkan petunjuk pelaksanaan hari raya Iduladha, terkait pengetatan PPKM Mikro. Dengan aturan tersebut, Sri Paduka berharap pelaksanaan Iduladha bisa tetap berjalan namun tidak menambah jumlah kasus positif CoViD-19.

“Kami tentu tetap berupaya untuk menekan angka kasus positif seperti yang telah diinstruksikan. Namun kami juga berharap adanya petunjuk atau aturan untuk Iduladha yang sebentar lagi akan dirayakan. Agar kami memiliki pedoman untuk kebijakannya nanti,” ungkap Sri Paduka pada Minggu (27/06) siang.

Hal ini diungkapkan Sri Paduka dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Penanganan CoViD-19 bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji turut hadir mendampingi Wakil Gubernur DIY yang mengikuti rapat secara daring dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Usai rapat, Aji mengatakan, pada Rakor kali ini, Menko Perekonomian memang mengundang kepala daerah yang memiliki kasus CoViD-19 di daerahnya cukup tinggi. Untuk DIY sendiri, saat ini memang cukup tinggi, di mana empat kabupaten/kota masuk dalam zona merah, sedangkan satu kabupaten, yakni Kulon Progo ada di zona oranye.

“Pak Menko memaparkan bagaimana agar jumlah kasus bisa dikurangi, dan kondisi yang ada saat ini tidak menimbulkan masalah nantinya. Untuk itu, utamakan daerah diminta mengurangi BOR, karena rata-rata BOR di daerah sudah terisi lebih dari 80%. Ini karena penambahan kasus memang sudah melebihi ketersediaan BOR,” ungkapnya.

Aji menambahkan, yang membuat runah sakit penuh karena setiap orang yang melakukan tes antigen maupun genose dengan hasil reaktif, langsung meminta dirawat di rumah sakit. Padahal dengan kondisi saat ini, konfimasi positif dengan tes swab PCR harus lebih diutamakan. Bahkan untuk hasil PCR positif pun, masih ada dua pilihan.

“Kalau PCR positif, tapi gejala tidak berat, bisa masuk shelter karantina saja, dan yang bergejala berat baru dirujuk ke rumah sakit. Ini tentu untuk mengurangi beban rumah sakit. Lalu kebutuhan oksigen untuk kesehatan yang hanya bisa disuplai oleh perusahaan Samator, Pak Menko tadi berencana akan mendorong Samator bisa memproduksi lebih banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pun mengungkapkan, sampai saat ini masih terjadi penambahan kasus CoViD-19 yang cukup tinggi di Indonesia. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lebih dalam upaya penanganan situasi saat ini. Terkait Iduladha, ia pun berjanji akan segera mengeluarkan aturan pelaksanaan yang bisa diterapkan di seluruh daerah, agar tidak terjadi lonjakan kasus CoViD-19 yang lebih banyak lagi.

Rakor ini dihadiri secara daring pula oleh Menteri Kesehatan RI, Menteri Keuangan RI, Menteri Dalam Negeri RI, Gubernur Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Jawa Tengah, dan Gubernur Jawa Timur. (Rt)

HUMAS DIY

https://jogjaprov.go.id/berita/detail/9430-pusat-perlu-terbitkan-petunjuk-pelaksanaan-idul-adha

By Published On: Senin, 28 Juni 2021Views: 213

Share This Story, Choose Your Platform!

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!