Yogyakarta, 17 Januari 2026 – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, melakukan kunjungan ke Kampung Wisata Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, pada Sabtu, 17 Januari 2025. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong penguatan desa wisata berbasis sejarah, budaya, dan partisipasi masyarakat.
Dalam kunjungannya, Ni Luh Puspa tidak hanya meninjau kawasan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas khas yang menjadi identitas Kampung Wisata Purbayan. Ia mencoba membuat roti kembang waru, ikut dalam proses pembuatan aksesori perak, membatik, serta mencicipi kuliner tradisional seperti wedang uwuh dan yangko.
Kembang waru sendiri merupakan roti tradisional khas Kotagede yang berbentuk menyerupai bunga waru. Roti ini telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat sejak masa Mataram Islam dan kerap disajikan dalam berbagai upacara adat.
Selain kuliner, Wakil Menteri juga mengunjungi sentra kerajinan perak. Kotagede dikenal sebagai kota perak, dan Purbayan menjadi salah satu kampung yang hingga kini masih aktif menjaga tradisi tersebut. Di lokasi ini, Ni Luh Puspa melihat langsung proses pembuatan perhiasan perak yang dikerjakan secara manual oleh para pengrajin lokal.

Kampung Wisata Purbayan terletak di Kecamatan Kotagede, Yogyakarta. Nama Purbayan berasal dari Pangeran Purbaya, salah satu putra Panembahan Senopati, pendiri sekaligus Raja pertama Kerajaan Mataram Islam yang berkuasa pada periode 1586–1601. Kerajaan Mataram Islam mencapai masa keemasan pada era Sultan Agung (1613–1645), raja ketiga Mataram Islam, yang pengaruhnya masih terasa kuat dalam lanskap budaya Kotagede hingga kini.
Mengusung branding “Kampung Pusaka & Penjaga Tradisi”, Purbayan memiliki dua kekuatan utama. Sebagai kampung pusaka, kawasan ini masih menyimpan banyak situs peninggalan Kerajaan Mataram Islam serta rumah-rumah tradisional khas Kotagede yang terawat dan masih dihuni. Sementara sebagai penjaga tradisi, masyarakat Purbayan terus melestarikan kerajinan perak, batik, serta kuliner khas seperti kembang waru, legamara, ukel, dan banjar.
Untuk mendukung pengembangan pariwisata, Kampung Wisata Purbayan telah menyiapkan berbagai paket wisata yang memungkinkan wisatawan mengeksplorasi potensi sejarah, budaya, hingga estetika visual khas Kotagede. Sejak viral di media sosial, kampung ini semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah satu titik paling populer di Purbayan adalah kawasan yang dikenal dengan sebutan Between Two Gates. Gang ini menawarkan pengalaman menyusuri permukiman warga yang bangunannya masih terjaga keasliannya, tertata rapi, dan bersih. Suasana kawasan terasa tenang dan asri, dengan deretan rumah joglo khas Jawa yang berbanjar rapi.

Karena sebagian besar rumah di Kampung Wisata Purbayan masih berpenghuni, pengunjung diimbau untuk mematuhi sejumlah aturan. Wisatawan diminta menjaga kebersihan dengan membawa pulang sampah sendiri, meminta izin jika ingin menggunakan fasilitas milik warga seperti kamar mandi atau ruangan tertentu, serta selalu menjaga sopan santun selama berkunjung.
Kunjungan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Kampung Wisata Purbayan sebagai destinasi wisata budaya unggulan, sekaligus menjadi contoh desa wisata yang berhasil memadukan pelestarian pusaka dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.
Kepala Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur





