Yogyakarta, 6 Januari 2026– Di balik gemuruh angka statistik, pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025 sedang menceritakan sebuah kisah tentang daya tarik yang tak luntur. Tahun ini, Indonesia bukan sekadar menjadi destinasi di atas peta, melainkan rumah bagi jutaan cerita perjalanan dari seluruh penjuru dunia yang memilih keramahtamahan Nusantara sebagai tujuan mereka.
Kisah 12,8 Juta Perjalanan

Hingga Oktober 2025, sebanyak 12,8 juta wisatawan mancanegara telah menginjakkan kaki di tanah air. Setiap kunjungan tersebut membawa dampak nyata bagi kehidupan masyarakat lokal, mulai dari pengrajin di Danau Toba hingga pemandu wisata di Raja Ampat. Pertumbuhan kunjungan sebesar 10,32% ini bukan sekadar prestasi birokrasi, melainkan bukti bahwa keindahan Borobudur, eksotisme Labuan Bajo, hingga ketenangan Wakatobi tetap menjadi magnet emosional bagi turis dari Malaysia, Australia, hingga India.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan setiap wisatawan merasa aman, nyaman, dan dihargai.
“Pariwisata Indonesia semakin menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara karena kita menawarkan pengalaman yang otentik,” kata Menpar Widiyanti.
Sejalan dengan hal tersebut, Agustin Peranginangin, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur juga menyampaikan bahwa pada November 2025 DIY menunjukkan grafik yang positif dalam kunjungan Wisatawan Nusantara.
“Pada November 2025, DIY mengalami trend yang positif dimana Kabupaten Sleman menjadi magnet dengan lebih dari 1 juta kunjungan. Tidak hanya di Kabupaten Sleman, ada juga Kota Yogyakarta yang tercatat lebih dari 800 ribu orang dan juga Kabupaten Bantul” jelas Angin.
Selain DIY yang menunjukkan tren positif, Provinsi Jawa Tengah juga menunjukkan lonjakan pertumbuhan Wisatawan.
“Kalau dilihat dari data yang ada, Jawa Tengah mengalami lonjakan luar biasa sebesar 453,63% secara year-on-year yang disandingkan dengan data November 2024, dan naik 93,33% secara month-to-month disandingkan dengan data Oktober 2025,” tutur Angin.

Wisatawan Nusantara: Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Kehangatan pariwisata 2025 juga sangat terasa dari pergerakan masyarakat lokal. Dengan hampir 1 miliar perjalanan (997,9 juta) yang dilakukan oleh wisatawan nusantara, terlihat jelas bahwa minat untuk menjelajahi keindahan negeri sendiri terus menguat. Hal ini menciptakan ekosistem di mana orang Indonesia bangga menjadi tamu sekaligus tuan rumah yang baik di tanah kelahirannya sendiri.
Dampak Nyata bagi Ekonomi Rakyat
Setiap pilihan wisatawan untuk menginap di desa wisata atau membeli produk lokal telah berkontribusi pada perolehan devisa negara yang mencapai 13,8 miliar Dolar AS hingga Oktober ini. Yang lebih mengharukan, pertumbuhan ini telah membuka lapangan kerja bagi 25,91 juta orang . Ini berarti, setiap perjalanan yang dilakukan wisatawan membantu ribuan keluarga Indonesia untuk memiliki taraf hidup yang lebih baik.
Melalui semangat “Pariwisata untuk Indonesia”, pemerintah terus berkomitmen agar pembangunan di destinasi prioritas seperti Bromo-Tengger-Semeru hingga Lombok Gili Tramena tetap menjaga keseimbangan antara kenyamanan pengunjung dan kesejahteraan warga lokal.

Divisi Komunikasi Publik
Badan Pelaksana Otorita Borobudur





