Maron Mangrove Edupark: Hutan Mangrove Semarang yang Kekinian – Berwisata kini tidak sekadar menyegarkan tubuh dan otak saja, tapi kini menjadi sebuah kebutuhan untuk mengisi media sosial. Oleh karenanya, hampir di setiap kawasan wisata saat ini diperbarui dengan spot foto yang pastinya bikin penasaran setiap orang yang melihat hasil jepretan, lalu ingin ikut mengunjunginya.

Foto : @f_arry

Foto : @wigatisetyaningsih

Begitu juga yang terjadi pada kawasan hutan bakau yang ada di Semarang, saat ini sedang jadi buruan para milenialis untuk mendapatkan foto yang instagramable. Pergi bersama teman, keluarga, atau pasangan akan menjadikan momen yang indah saat mengabadikannya lewat foto-foto dengan latar yang memukau khas Maron Mangrove Edupark. Pemandangan alam bakau berpadu dengan jembatan bambu yang dibiarkan memiliki warna alami.

Pantai di bawahnya juga menambah kesejukan saat Anda melintasi jembatan dan mengabadikan foto di berbagai spot yang pastinya instagramable di kawasan hutan bakau Semarang yang kekinian ini. Pengelola Maron sangat menyarankan kepada Anda untuk datang di bulan Juli hingga September, karena di bulan tersebut cuaca lebih bersahabat, dan rimbunnya bakau akan semakin menciptakan keteduhan.

Tiket Masuk Maron Mangrove Edupark Semarang

Anda jangan takut kemahalan untuk menikmati sajian alam dan spot foto yang instagramable di kawasan hutan mangrove bakau di Semarang ini, karena kaum milenialis yang keadaan keuangannya sedang dalam masa tidak stabil, tetap bisa masuk ke sini. Cukup dengan 5 ribu rupiah per orang, Anda sudah bisa memanjakan diri dengan santai-santai, dan berfoto ria di berbagai jalur yang cocok bagi pemburu foto instagramable.

Bukan tempat wisata namanya jika tidak ada pengelolaan parkir yang membuat Anda betah dan merasa aman meninggalkan kendaraan di luar. Maron Mangrove Edupark ini memberikan harga parkir yang luar biasa murahnya, tapi tetap aman. Motor dan mobil harga parkirnya di Maron ini pun dipukul rata menjadi 2 ribu rupiah saja. Sangat terjangkau untuk liburan di alam terbuka Semarang di masa pandemi, bukan?

Fasilitas Maron Mangrove Edupark Semarang

Maron Mangrove Edupark ini memang menjadi wisata Hutan Mangrove Semarang yang masih baru dan mengangkat konsep kekinian. Pihak pengelola selalu melakukan upaya agar setiap pengunjung Edupark Semarang mendapatkan fasilitas yang memuaskan layaknya berwisata alam lainnya, sehingga mampu menarik minat dari setiap pengunjung, baik wisatawan lokal atau non lokal.

Berawal dari sebuah upaya agar tidak terjadinya abrasi Pantai Maron dan menjaga ekosistem pantai, justru menjadikan kawasan hutan bakau ini semakin eksotis. Anda yang ingin berkeliling hutan bakau menggunakan perahu nelayan pun sangat bisa dilakukan. Ketika merasa haus dan lapar, ada warung-warung yang menjajakan berbagai keperluan perut yang pastinya mengenyangkan dengan harga yang terjangkau.

Sayangnya, keberadaan warung-warung ini justru menggerus lahan yang dulunya digunakan sebagai tempat bermain sepak bola pantai di atas pasir hitam khas Pantai Maron. Selanjutnya, sampah sisa makanan dan minuman juga menjadi penyebab dari rusaknya keindahan dan ekosistem bawah laut. Semoga pengelola dan pengunjung Hutan Mangrove Semarang sama-sama memiliki kesadaran untuk menjaga kawasan ini.

Lokasi dan Rute Menuju Maron Mangrove Edupark Semarang

Berwisata alam di masa pandemi ternyata tetap menjadi pilihan, meski terdapat batasan dan aturan terkait protokol kesehatan. Namun, memilih tempat wisata yang terdekat dari lokasi Semarang, menjadi pilihan yang cukup menjanjikan dengan biaya yang murah. Berwisata dan mendapatkan foto yang instagramable menjadi salah satu daya tarik dari Edupark Semarang. Apalagi letaknya dekat dengan pusat Kota Semarang.

Hutan Mangrove Semarang yang kekinian ini memang akan lebih nyaman jika dituju menggunakan kendaraan pribadi. Anda bisa mengambil arah barat Kota Semarang menuju Perumahan Graha Krapyak atau melalui Bandara Ahmad Yani. Tidak heran, saat berada di kawasan hutan bakau Pantai Maron ini, Anda bisa mendapatkan background pesawat yang sedang melintas di angkasa.

Waktu tempuhnya dari pusat Kota Semarang menuju Maron Mangrove Edupark menggunakan kendaraan pribadi sekitar 10 menit. Namun, saat sudah memasuki kawasan Perumahan Graha Kerapyak itu artinya cukup setengah jam dengan berjalan kaki. Hutan Mangrove Semarang berbeda dengan Pantai Maron, tapi masih dalam satu kawasan wisata alam, sehingga Anda masih bisa menikmati keduanya dengan berjalan santai.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment