Benteng Pendem, Bangunan Peninggalan Belanda di Wilayah Ambarawa – Banyak daerah di Indonesia yang sangat erat kaitannya dengan sejarah zaman penjajahan. Hampir bisa dikatakan semua wilayah di Indonesia memiliki rekaman sejarah penjajahan, namun beberapa dikenal memiliki kisah yang lebih dikenang. Di Jawa Timur, sebut saja Surabaya, ibukota provinsi yang menjadi saksi banyak kejadian sejarah pada masa penjajahan.

Foto : @gianiamida

Foto : @fattahhh_abd

Sementara di Jawa Tengah, nama Ambarawa dikenal sebagai daerah yang menjadi tempat terjadinya berbagai kisah penjajahan. Salah satunya adalah pertempuran Ambarawa, pertempuran selama empat hari yang ceritanya masih diingat betul sampai hari ini. Di Ambarawa juga terdapat beberapa bangunan yang menjadi saksi penjajahan. Selain ada monumen dan museum, terdapat pula benteng peninggalan Belanda yang sampai sekarang masih berdiri.

Kondisi Benteng yang Masih Otentik

Benteng yang dimaksud adalah Benteng Pendem atau yang memiliki nama lain Benteng Fort Willem 1. Benteng yang terletak di Kelurahan Lodoyong ini bisa ditempuh dengan perjalanan selama kurang lebih satu jam dari pusat kota Semarang. Jarak tempuh sepanjang sekitar 40 kilometer itu harus dilalui dengan akses berupa jalan kecil di sebelah timur RSUD Ambarawa. Akses tersebut hanya salah satu dari akses lain yang bisa dilalui.

Tidak seperti kebanyakan benteng peninggalan Belanda di daerah lain, Benteng Fort Willem 1 masih difungsikan sampai saat ini. Menariknya, benteng yang masih difungsikan itu tidak banyak mengalami perubahan alias masih dengan kondisi yang otentik. Setengah bagian dari benteng digunakan sebagai bangunan penjara atau Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ambarawa dan hanya bagian sisi utara saja yang bisa dikunjungi.

Benteng masih terdiri dari dua lantai, sama seperti ketika benteng difungsikan pada masa penjajahan Belanda. Pengunjung hanya dapat memasuki area lantai dasar saja. Sementara bagian lantai dua dari Benteng Pendem ini digunakan sebagai tempat tinggal pegawai lapas. Karena bangunan yang sudah sangat tua dan rentan rapuh, maka diperlukan kehati-hatian ketika menjangkau setiap sudut bangunan ini dan pengunjung harus menaaati aturan pengelola.

Memiliki Arsitektur Unik Khas Belanda

Sebagai bangunan sejarah peninggalan Belanda, tentu saja Benteng Fort Willem 1 ini memiliki gaya bangunan khas dari negara tersebut. Dengan arsitektur bangunan benteng yang masih terjaga, tak heran jika bangunan ini kerap juga dimanfaatkan sebagai latar belakang foto. Beberapa bagian yang rusak justru selalu bisa menambah kesan estetik dari sebuah foto dan menjadikannya instagrammable.

Pihak pengelola belum ingin fokus menjadikan Benteng Pendem sebagai kawasan khusus wisata sejarah. Meskipun minat wisatawan terhadap benteng ini sangat tinggi dan membuat benteng ini ramai pengunjung pada waktu-waktu tertentu. Pasalnya memang sampai saat ini fungsi benteng masih sebagai bangunan lapas. Namun pengelola tetap memiliki rencana untuk menjadikan benteng ini sebagai wisata andalan Ambarawa.

Fakta Unik di Balik Pembangunannya

Banyak fakta unik tersembunyi di balik bangunan benteng peninggalan Belanda tersebut. Tercatat sebanyak 3.000 orang kuli pribumi terlibat dalam pembangunannnya. Sejumlah tahanan yang dihukum kerja paksa juga terlibat dalam pendirian benteng ini. Untuk menekan biaya pengangkutan bahan bangunan, batu bata beserta genting dibuat dengan tungku-tungku pembakaran yang didirikan di dekat benteng.

Pada tahun 1844, benteng itu sudah mulai ditempati para prajurit Belanda meskipun proses pembangunan belum selesai sepenuhnya. Baru pada tahun 1850, proses pembangunan benteng benar-benar selesai. Bersamaan dengan itu, benteng diberi nama Willem 1 sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Belanda yang berwenang pada masa itu.

Kejadian tidak biasa kembali terjadi pada tahun 1865 dan 1872. Saat itu, gempa besar mengguncang Ambarawa dan menyebabkan benteng itu mengalami kerusakan. Akhirnya kondisi tersebut memaksa para prajurit pindah ke barak yang ada di luar benteng. Alasan lain menjadikan benteng ini mulai ditinggalkan, yaitu langit-langit benteng yang rendah dan tidak sesuai dengan postur tubuh orang Eropa.

Sekalipun belum sepenuhnya menjadi tempat wisata, Benteng Pendem tetap menawarkan keunikan tersendiri yang membuat banyak orang penasaran. Mulai dari sejarah pembangunannya yang begitu panjang dan penuh cerita hingga tampilannya yang unik dan khas. Benteng ini tetap bisa menjadi tujuan wisata yang tidak boleh dilewatkan saat datang ke Ambarawa.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment