Melihat Keunikan Museum Radya Pustaka. Kota Solo merupakan salah satu kota wisata yang juga menyimpan beberapa tempat sejarah yang bisa dikunjungi. Terlebih lagi, bagi masyarakat dalam kota Solo ataupun luar kota Solo bisa melihat tempat sejarah tersebut secara gratis tanpa membayarnya Salah satunya yaitu Museum Radya Pustaka. Ini merupakan museum bersejarah yang menyimpan beberapa cerita masa lalu yang ada di kota Solo, terutama tentang naskah-naskah perjuangan dan kerajaan.

Foto : @solocle.indonesia

Foto : @soloapdet

Museum ini juga memiliki banyak sekali koleksi yang berkenaan dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Kerajaan yang dimaksud berupa Majapahit, Pulau Pajang, Mataram, dan kerajaan Demak. Keberadaan dari situs kerajaan tersebut memiliki peninggalan-peninggalan dalam bentuk tulisan, sastra, patung, dan peninggalan lainnya yang bertuliskan Sanskerta serta huruf Palawa. Inilah yang menjadikan keberadaan museum ini sangat berkesan bagi masyarakat Jawa.

Sejarah Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka terletak di sekitar area Jalan Slamet Riyadi, tepatnya yaitu tidak begitu jauh dari Taman Sriwedari. Hal yang unik dari museum ini yaitu memiliki legenda yang sangat luar biasa terutama pada bangunan tersebut. Di dalam museum ini juga ada banyak sekali bukti-bukti sejarah berupa arsip-arsip penting yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat Solo. Adapun latarbelakang didirikannya museum ini yaitu didirikan oleh Raden Adipati Sosrodiningrat IV.

Sebenarnya, cerita awal dari dibangunnya Museum Radya ini, dibangun ketika Raden Adipati Sosrodiningrat IV, ketika masih menjabat sebagai seorang patih Pakubuwono X. Bukan sekedar itu, keberadaan dari museum ini juga telah mengalami pemindahan dari setiap lokasi ke lokasi lain. Sebelum menjadi museum, gedung ini dulunya adalah sebuh rumah dari kediaman seorang tokoh Belanda yang bernama Johannes Busselaar.

Karakteristik Museum Radya Pustaka

Karakteristik terpenting dari bangunan Museum Radya Pustaka ini sejatinya berada dibawah kebijakan Dinas Purbakala dan juga Dinas Pariwisata Pemerintahan Daerah yang telah memiliki status sebagai yayasan. Saat ini, museum ini telah berganti nama menjadi Yayasan Paheman Radya Pustaka Surakarta, yang telah dibentuk sejak 1951. Bukan hanya itu, tugas dari sistem pelaksanaan yang dimiliki pada museum ini, telah dibentuk berdasarkan presidium yang diketuai Go Tik Swan (K.R.T Hardjonagoro).

Kemudian, pada serambi bangunan museum ini memiliki banyak sekali meriam yang berbentuk beroda, dan ini merupakan peninggalan di masa kebijakan VOC, yang telah ada pada abad 17 hingga 18. Bukan hanya itu, pada bangunan museum ini juga menyimpan banyak sekali meriam-meriam yang berukuran kecil mili dari Keraton Kartasura. Ditambah lagi, dari bangunan ini juga memiliki arca-arca berbentuk Hindu dan Buddha, arca Siwa, dan Roro Jonggrang (perawatan tinggi).

Berikutnya, Museum Radya Pustaka mempunyai banyak sekali koleksi terbaik yang terdiri dari atas macam pusaka adat, arca, buku-buku kuno, dan wayang kulit. Lalu, beberapa koleksi berbentuk buku kuno yang telah banyak dicari tersebut menceritakan tentang kisah Wulang Reh karangan dari Pakubuwono IV. Isi dari kisah buku yang berada di museum tersebut adalah bercerit tentang kisah perjuangan dari pemerintahan Serat Rama yang diciptakan oleh Yasadipura pertama.

Museum ini juga memiliki banyak peninggalan lainnya yang bersifat skala nasional dan internasional. Misalnya, peninggalan tentang pergerakan dan perjuangan bagi para pemuda tanah Jawa untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk peninggalan internasioal lainnya yang sampai hari ini masih terjaga dengan istimewa adalah koleksi kotak musik yang terbuat dari negara Prancis, dengan berhiaskan bunga yang menancap diantara burung-burung kecil.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Museum Radya Pustaka ini, akses transportasi yang digunakan tidak begitu sulit. Wisatawan bisa mengunjungi dengan menggunakan bus kota ataupun kendaraan pribadi. Selain itu, lokasi dari tempat wisata ini juga berada di tengah-tengah kota, dan memiliki strukur bangunan yang bercorak khas jawa. Museum ini memiliki tour gate yang akan membatu wisatawan untuk mendapatkan penjelasan informasi mengenai situs yang ada di tempat ini.

Demikianlah informasi menarik seputar tentang sejarah dan keunikan yang dimiliki oleh Museum Radya Pustaka. Melalui info ini dapat mengajarkan kepada generasi muda saat ini, bahwa sudah saatnya peduli dan peka terhadap situs sejarah yang ada di sekitar.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment