BOB-Yogyakarta, Desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, ada banyak pilihan untuk memajukan desa, dan menyediakan pekerjaan yang layak di desa. Pengembangan pariwisata, misalnya, dapat menjadi pilihan. Pengembangan pariwisata dapat memberikan kontribusi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat. Layanan pariwisata berbasis masyarakat dalam bentuk desa wisata, juga telah berkembang di berbagai pelosok tanah air.

Bertempat di University Club Hotel Univeesitas Gadjah Mada Yogyakarta, Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) menggandeng Pusat Studi Pariwisata UGM menyelenggarakan Pelatihan Tata Kelola Desa Wisata di Wilayah Koordinatif Badan Pelaksana Otorita Borobudur (1-2/12).

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Agustin Peranginangin membuka secara langsung kegiatan pelatihan yang diikuti 8 (delapan) Desa Wisata ini, dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa “pelatihan-pelatihan SDM dan atau pengelolaan pariwisata itu terlihat simpel, namun manfaatnya luar biasa”, ” masing- masing desa wisata pasti memiliki potensi yang berbeda-beda, dengan pelatihan yang diadakan BPOB dengan menggandeng Puspar (Pusat Studi Pariwisata) UGM sudah sangat luar biasa”. “Sehingga kami berharap semua peserta pelatihan bisa serius untuk nantinya diimplementasikan di desa wisata masing-masing”, imbuhnya.

Peserta mendapatkan pelatihan selama dua hari, dimana pada hari pertama para peserta mendapatkan materi tentang arti dan bagaimana pengelolaan desa wisata, mulai dari latar belakang desa wisata, pengelolaan produk desa wisata, tentang peluang, tantangan dan kendala pengembangan Desa Wisata serta cara mencari solusi terbaik, serta duskusi tentang pola kemitraan pentahelix dalam membangun Desa Wisata. Pada sesi diskusi ini peserta dapat menginformasikan masing-masing potensi desa wisata, sehingga menambah pengetahuan peserta dari desa wisata yang lainnya.

Pada hari ke-2, peserta pelatihan melakukan studi banding tata kelola desa wisata di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul (2/12). Desa Nglanggeran pernah meraih penghargaan sebagai Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 atau Best Tourism Village 2021 dari Organisasi Pariwisata Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO), mengalahkan desa-desa terkenal dari berbagai negara di dunia. Prestasi tersebut bukan hal baru yang pernah disandang desa yang masih termasuk dalam kawasan Geosite Gunung Sewu itu.

Banyak pengetahuan dan informasi yang didapatkan dan dicapai dari perjalanan panjang pengelolaan Nglanggeran menjadi Desa Wisata yang terkenal di dunia ini. Selain memiliki potensi alam seperti embung, pertanian,peternakan, perkebunan, dan budaya yang ada, serta berkembangnya homestay, komunikasi menjadi jembatan yang fundamental dalam mengkoordinasikan antara pengelola, masyarakat, Pemerintah Desa, dan instansi walaupun itu tidak mudah dan bertahap. Harapannya setelah dilaksanakan pelatihan tata kelola desa wisata selama dua hari ini peserta dapat terinspirasi, lebih semangat dengan pengalaman baru dan diimplementasikan di desa masing-masing untuk mewujudkan desa wisata yang berkualitas dan kompetitif.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment