Kini seiring tren recovery, perekonomian Soloraya membaik yang ditunjukkan dengan bergeliatnya sektor usaha, pariwisata, dan lainnya seperti yang disampaikan pada sarasehan yang berlangsung di kota bengawan ini, merumuskan konsep Recover Together Recover Stronger untuk Soloraya. Acara berlangsung di Hotel Alila Solo, Rabu (23/2/2022) pagi dihadiri tokoh-tokoh penting Jateng.

Pada tahun 2022 pemulihan ekonomi aglomerasi mulai tampak. Di Soloraya ada 30.000-an industri dan 250.000-an pelaku UMKM yang mulai bergeliat. Kredit usaha Soloraya tumbuh 3,87%, ini menjadi momentum kebangkitan Soloraya dan menjadi contoh bagi aglomerasi lain di Indonesia.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka hadir menyampaikan meski masih dalam serangan Covid-19 varian Omicron dan masih menerapkan gas-rem untuk aktivitas masyarakat Solo tidak akan mengendur dalam pemulihan ekonomi. Tidak akan ada penutupan pasar tradisional, PTM tetap jalan meski tetap ada risiko, investasi masuk, misalnya TSTJ dan Lokananta yang sudah dapat investor. Banyak proyek yang akan dikerjakan di Solo, termasuk proyek nasional seperti rel layang Joglo, Taman Balekambang diperbaiki, Koridor Gatsu. Harapannya saat tol Solo-Jogja jadi Solo sudah siap menyambut wisatawan. Orang ke Solo tidak hanya kulineran tapi menginap dan menikmati destinasi wisata yang sudah direvitalisasi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual dalam Sarasehan Soloraya mendorong setiap daerah mengembangkan potensi masing-masing. Ia mencontohkan Sukoharjo yang memiliki potensi jamu yang ternyata banyak diminati orang luar negeri. Ganjar menyebut industri di Soloraya sejauh ini yang paling besar adalah pakaian jadi. Selain itu ada furnitur, tekstil, pertanian, dan lain-lain. Menurutnya Soloraya juga didukung dengan infrastruktur memadai untuk men-support pemulihan ekonomi. Ganjar mengajak semua pihak untuk berkolaborasi baik dari dunia usaha maupun pendidikan untuk sama-sama memajukan wilayah.

Direktur Badan Otorita Borobudur, Indah Juanita menuturkan dalam (BOB) membangun suatu daerah integrasi, kolaborasi, dan sinergi sangat penting. BOB sendiri menyusun travell pattern agar memudahkan paket-paket wisata di Jateng dan DIY; menyusun Calender of event agar saling terkoneksi; mendukung penuh kolaborasi destinasi bertanggungjawab antar 2 (dua) provinsi dengan melibatkan stakeholder dan pelaku wisata.

By Published On: Rabu, 23 Februari 2022Views: 264

Share This Story, Choose Your Platform!

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!