Sentra Kerajinan Wayang Kulit Desa Klaten

Wayang kulit adalah seni tradisional yang berkembang di Jawa. Keberadaan wayang kulit masih memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat di tengah modernisasi. Kerajinan wayang kulit juga terus berkembang, salah satunya di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Dukuh Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari memiliki Desa Wisata Wayang. Desa Wisata Wayang dekat dengan pusat Kabupaten Sukoharjo karena terletak di bagian paling timur Kabupaten Klaten.

Terdapat Kampung Wisata Wayang kulit yang mengajak pengunjung untuk mengenal lebih jauh tentang wayang dan proses produksinya. Selain mempelajari proses pembuatan wayang, pengunjung juga diajak melihat bahan-bahan pembuatan wayang kulit dari kulit kerbau.

Untuk proses produksi wayang tersebut langkah pertama, kulit kerbau disobek, lalu direndam semalaman, dijemur sehari, dikuliti, diiris-iris selama dua hari kemudian direndam lagi. Prosesnya dimulai dari merawat kulit selama kurang lebih empat hari. Alat yang digunakan untuk mencukur kulit kerbau juga sederhana, yaitu keranjang. Setelah menyaksikan pengolahan kulit, rombongan diajak untuk belajar tentang mainan anak-anak tradisional, minuman jamu dan makanan tradisional.

Selanjutnya adalah proses memahat dan mewarnai wayang kulit, pengunjung bisa leluasa menyaksikan proses pembentukan dan pewarnaan wayang. Gambar wayang kertas ditempatkan di bawah lapisan kulit yang agak transparan, setelah itu pengrajin akan mengukir kulit menjadi bentuk yang diinginkan.

Setelah menyaksikan proses pembuatan wayang, wisatawan akan disarankan untuk belajar memanah di arena panahan tradisional atau jemparingan. Spot memanah adalah pemberhentian terakhir dari Rangkaian Kegiatan Desa Wisata Wayang.

Terwujudnya Desa Wisata Wayang ini merupakan hasil dari program corporate social responsibility (CSR) yang dicanangkan oleh PT Astra International Tbk. melalui Grup Astra Solo.

Salah seorang perajin, Sunardi Baron, mengatakan, sejak lama masyarakat Desa Butuh telah lama mengimpikan desanya bisa berkembang seperti desa lainnya. Ia menjelaskan bahwa Butuh memiliki lebih dari sekedar potensi di luar desa kerajinan wayang kulit. “Kami di kelompok KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Bima yang semua pengrajin wayang kulit, ingin membangun desa yang indah dan asri serta bisa maju,” kata Sunardi Baron.

Sunardi Baron menjelaskan, di desanya terdapat 70 pengrajin wayang kulit. Salah satu ciri dan keunggulan produksi wayang kulit oleh perajin di desa ini adalah bahan baku yang digunakan adalah kulit kerbau. “Bahan terbaik untuk membuat wayang adalah kulit kerbau. Dalam kondisi panas atau dingin, wayang masih lebih kencang dan tahan lama. Kelebihan lainnya adalah tatahan pengrajin di sini  bisa sangat halus hingga kasar,” kata Sunardi Baron.

Ia tidak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah mengguncang para perajin. Mulai tahun 2020, tidak ada pesanan pengrajin karena dalang sepi pertunjukan wayang kulit yang menarik banyak orang dan tidak diperbolehkan berlangsung. Inovasi membuat pengrajin desa wisata wayang ini kembali menggeliatkan kerajinan wayang yang ada.

Ketua KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Bima, Mamik Raharjo, menceritakan keahlian membikin wayang sudah dimiliki warga Butuh, Desa Sidowarno secara turun temurun. Jasa para perajin di Dukuh Butuh pun sudah digunakan oleh hampir semua dalang kondang di Indonesia.

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment