Terdapat penambahan lebih dari 900 bed di DIY dikhususkan untuk isolasi terpusat (Isoter) bagi pasien Covid – 19 dengan kategori tanpa gejala dan gejala ringan. Dengan adanya penambahan ini diharapkan masyarakat yang terpapar Covid – 19 bersedia untuk sementara tinggal di shelter Isoter hingga dinyatakan negatif.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Ratas dengan Koordinator PPKM Jawa – Bali Luhut Binsar Pandjaitan secara daring,  Rabu (21/07) dari Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Penyediaan tempat untuk Isoter menjadi sangat penting guna menekan angka kasus Covid – 19 mengingat varian Delta dengan penularan yang sangat cepat saat ini telah menyerbar.  Melalui isolasi terpadu, selain penularan lebih terkendali, proses penyembuhan pun akan semakin cepat karena pasien lebih terpantau perkembangannya.

Saat ini, lebih banyak masyarakat yang terpapar virus Corona memilih untuk melakukan Isolasi Mandiri atau Isoman di rumah masing-masing. Namun emnurut survey dan pantuan petugas, kondisi rumah yang dipakai jauh dari kata layak. Mulai dari jumlah penghunin rumah, ketersediaan kamar mandi, ketersediaan ventilasi rumah, hingga jarak antara rumah satu dan yang saling sangat dekat bahkan saling menempel.

Menteri Luhut mengungkapkan, saat ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau melakukan isolasi di shelter Isoter. Berdasarkan masukan dari para gubernur, keengganan masyarakat ini salah satunya adalah karena tidak tersedianya nakes di shelter.

“Nanti kita kirim nakes-nakes dari relawan yang di pusat ke daerah, termasuk juga Jogja. Biar masyarakat lebih percaya dan lebih tenang tinggal di shelter,” kata Luhut.

Selain itu, salah satu sistem rujukan rujuk balik di DIY menjadi yang disoroti positif oleh Menteri Luhut beserta para menteri lain termasuk juga Panglima TNI. Ketika masyarakat sedang menunggu hasil tes mereka akan dipantau untuk benar-benar Isoman atau berada di shelter pedukuhan. Kemudian ketika pasien OTG maka akan naik ke shelter desa, pasien dengan gejala ringan di shelter daerah, kemudian pasien dengan gejala sedang, berat dan sangat kritis akan berada di RS Lapangan dan RS. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kepadatan rumah sakit.

“Saya kira ini bagus ya untuk diterapkan. Sekarang kan fokus kita memberikan tempat di rumah sakit untuk yang benar-benar sangat membutuhkan. Dan juga bagaimana bisa secara persuasif memberikan kesadaran yang positif untuk jangan isoman dan mau dibawa ke shelter sehingga tidak memperparah keadaan. Mari sama-sama kita lakukan pendekatan persuasif namun juga tegas,” kata Menteri Luhut. (uk)

 

Sumber : Humas Pemda DIY

Ayo, Berwisata #DiIndonesiaAja

Selama berbulan-bulan berada di rumah, Sobat Pesona tentu sudah rindu traveling, bukan? Nah, bagi Sobat Pesona yang hendak merencanakan liburan setelah pandemi, tak usah jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan pengalaman berwisata yang menyenangkan. Sebab, berwisata #DiIndonesiaAja juga bisa memberikan pengalaman liburan yang tak kalah mengesankannya dengan berwisata ke luar negeri, lho!

Leave A Comment